Legenda Wrexham, Steven Fletcher, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola profesional setelah dilepas oleh tim yang dimiliki Ryan Reynolds dan Rob McElhenney pada akhir musim 2024-25. Pemain berusia 38 tahun ini, yang telah bermain untuk beberapa klub di Inggris, Skotlandia, dan Prancis selama dua dekade kariernya, akhirnya memutuskan untuk menutup perjalanan gemilangnya.
Wrexham melepas Fletcher setelah mengamankan promosi ke Championship
Fletcher termasuk di antara beberapa bintang yang meninggalkan Wrexham pada akhir musim 2024-25 karena klub berencana membangun kembali skuad mereka di bursa transfer musim panas sebelum berkompetisi di Championship. Selama dua musimnya di SToK Cae Ras, Fletcher mencetak 16 gol dalam 73 pertandingan liga saat Red Dragos mengamankan promosi berturut-turut dari League Two pada 2023-24 dan kemudian League One pada 2024-25.
Dikaitkan dengan kepindahan kembali ke Hibernian
Setelah meninggalkan klub milik Ryan Reynolds dan Rob McElhenney tersebut pada musim panas, penyerang veteran tersebut dikaitkan dengan kepindahan kembali ke Skotlandia untuk bergabung dengan Hibernian, klub tempat ia memulai karier profesionalnya. Namun, di usia 38 tahun, Fletcher tidak ingin memperpanjang kariernya dan akhirnya memutuskan untuk pensiun.
Fletcher umumkan pensiun
Pada hari Senin, Fletcher membagikan unggahan yang menyentuh hati di Instagram untuk mengumumkan pengunduran dirinya, di mana ia menulis: “Setelah banyak berpikir, saya merasa ini saat yang tepat untuk pensiun dari sepak bola. Ini bukan keputusan yang mudah karena sepak bola telah menjadi hidup saya sejak kecil, tetapi saya tahu di lubuk hati saya bahwa inilah saat yang tepat untuk menutup lembaran ini. Ketika saya melihat ke belakang, saya hanya merasakan kebanggaan dan rasa syukur. Dari memulai di Hibs hingga perjalanan bersama Burnley, Wolves, Sunderland, Marseille, Sheffield Wednesday, Stoke, Dundee United, dan berakhir di Wrexham, setiap klub telah membentuk saya dan memberi saya kenangan yang tak terlupakan. Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar yang telah mendukung saya selama ini. Semangat dan dukungan kalian sangat berarti. Mengenakan seragam Skotlandia juga merupakan salah satu kehormatan terbesar dalam karier saya. Mewakili negara saya dan berbagi lapangan dengan begitu banyak pemain berbakat adalah sesuatu yang akan selalu saya hargai. Momen-momen itu akan selalu bersama kalian selamanya. Saya berutang banyak kepada semua manajer dan pelatih saya, yang telah mengajari saya pelajaran, bukan hanya tentang Sepak bola juga tentang kehidupan, dan kepada setiap rekan satu tim yang pernah berbagi ruang ganti dengan saya, saya beruntung bisa menyebut kalian semua sebagai teman. Namun yang terpenting, saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya. Istri dan anak-anak saya telah menjadi kekuatan terbesar saya melalui semua masa-masa indah dan sulit, juga kepindahan, cedera, dan pengorbanan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada ibu dan saudara perempuan saya, yang selalu ada untuk saya di setiap langkah, dan kepada agen saya, Scott Fisher, yang telah membimbing dan mendukung saya sepanjang karier. Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa cinta, kesetiaan, dan dorongan mereka, dan saya akan selalu berterima kasih. Sepak bola telah memberi saya lebih dari yang pernah saya impikan, dan saya melangkah dengan sepenuh hati, bangga dengan apa yang telah saya capai, dan bersemangat untuk apa pun yang akan datang. Terima kasih, dari lubuk hati saya, kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan saya. Fletch!”
Wrexham Berusaha Memperpanjang Rekor Tak Terkalahkan Melawan Leicester
Setelah awal yang sulit di Championship, Wrexham akhirnya menemukan performa terbaiknya dengan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Tim asuhan Phil Parkinson berharap dapat memperpanjang rekor tersebut saat menghadapi Leicester City pada hari Selasa.